Friday, June 04, 2010

Menggugat penyelenggaraan Ujian Nasional di Indonesia

1. Kepatuhan kepada hukum:

Mahkamah Agung telah mengabulkan permohonan class action yang dilakukan oleh sebagian warga masyarakat yang menggugat ke-absah-an penyelenggaraan ujian nasional di tahun 2009 dan sebelumnya. Dengan tetap mengadakan Ujian Nasional di tahun 2010, pemerintah tidak memberi teladan yang baik di dalam kepatuhan kepada hukum. Padahal salah satu tujuan pendidikan adalah menghasilkan anak bangsa yang patuh kepada hukum.

2. Pembinaan watak dan moral bangsa:

Bulan Februari 2010 yang lalu, harian Kompas memuat tulisan dimana disebutkan bahwa sekitar 70 sampai 80 persen dari peserta Ujian Nasional sudah mendapat bocoran soal Ujian Nasional. Hal ini sedikit dapat menjelaskan keganjilan yang saya saksikan manakala menghadiri wisuda di sekolah-sekolah, yaitu anak-anak yang selama bertahun-tahun tidak pernah masuk ranking 10 besar di sekolah, ketika mengikuti Ujian Nasional mendadak bisa menjadi Juara seluruh sekolah khusus untuk hasil Ujian Nasional, dengan angka Ujian Nasional nyaris hampir sempurna.

Dengan tetap menyelenggarakan Ujian Nasional, ketidak-jujuran dihargai, bahkan diberi piala, sedangkan yang jujur gigit jari. Salah satu tujuan pendidikan adalah menghasilkan anak bangsa yang bermoral baik. Ujian Nasional jelas tidak menolong tercapainya tujuan ini, bahkan membuat tujuan ini semakin jauh dari jangkauan.

3. Materi Ujian Nasional tidak sesuai dengan apa yang dipelajari anak-anak di sekolah:

Soal ujian Matematika pada Ujian Nasional tahun 2009 untuk tingkat SMA tidak sesuai dengan apa yang dipelajari anak-anak di sekolah.

Di harian Kompas bulan April atau Mei 2010 yang lalu, salah satu pejabat di Departemen Pendidikan Nasional mengakui hal ini. Beberapa sekolah masih memakai kurikulum tahun 1994, sedangkan Ujian Nasional didasarkan pada kurikulum tahun 2004 (berbeda 10 tahun). Pemerintah sendiri belum mampu untuk menyeragamkan basis kurikulum yang dipakai di sekolah-sekolah, tetapi bersikukuh untuk tetap menyelenggarakan Ujian Nasional.

4. Ujian Nasional hanya menjelek-jelekkan bangsa sendiri:

Karena perbedaan antara apa yang dipelajari anak di sekolah dengan apa yang ditanyakan di Ujian Nasional, akibatnya anak-anak yang jujur dan tidak mau beli soal, mendapat nilai jelek di ijazahnya untuk mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional. Bila hanya melihat kepada nilai ijazah anak, orang akan mengira anak itu anak bodoh. Padahal anak yang sama ternyata bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi bergengsi, dan diterima, dan berprestasi baik di perguruan tinggi itu. Untunglah penerimaan di perguruan tinggi lebih didasarkan pada hasil ujian masuk perguruan tinggi daripada nilai yang tertera di ijazah SMA.

5. Ujian Nasional hanya memboroskan uang negara:

* Hasil Ujian Nasional tidak mencerminkan kemampuan akademik seorang anak.

* Hasil Ujian Nasional juga tak bisa dipakai untuk masuk perguruan tinggi. Artinya tak ada gunanya kecuali sekedar menjelek-jelekkan anak-anak yang jujur, dan menjerumuskan 70% sampai 80% peserta Ujian Nasional kepada perbuatan tercela dengan membeli soal bocoran.

* Hanya 17% lulusan SMA yang bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Kalau 83% lulusan SMA tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, artinya ijazah tertinggi yang bisa mereka miliki hanyalah ijazah SMA, kenapa mereka harus dipersulit dengan sebuah Ujian Nasional? Apa tidak sebaiknya anggaran yang dipakai untuk menyelenggarakan Ujian Nasional dipergunakan untuk menolong mereka yang tak bisa lanjut ke perguruan tinggi ini?

Thursday, April 09, 2009

Hasil Pemilu 2009: Hanya 9 partai yang akan masuk ke DPR

Jakarta - Banyaknya parpol pada pemilu 2009 ini tidak membuat kekuatan parlemen berubah. Dari 44 partai yang ikut pemilu, diperkirakan hanya 9 parpol saja yang bisa mengirimkan kadernya duduk parlemen.

Berdasarkan hasil quick count, 9 partai yang akan masuk parlemen itu adalah Partai Demokrat (PD), PDIP, Partai Golkar, PKS, PKB, PAN, PPP, Partai Gerindra, dan Partai Hanura.

Sisanya diprediksi bakal gigit jari karena perolehan suara mereka di bawah 2,5 persen sebagai ambang batas parpol bisa memasuki parlemen sesuai UU Pemilu.

Pantauan detikcom di beberapa lembaga survei itu menunjukkan 9 partai yang lolos adalah sebagai berikut:

Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada pukul 18.20 WIB, Kamis (9/4/2009), PD berhasil mengumpulkan 20,79 persen disusul PDIP 15,39 persen dan Golkar 13,55 persen. Selanjutnya PKS 7,88 persen dan PKB 5,87 persen, PAN 5,41 persen, PPP 5,23 persen, Gerindra 4,52 persen dan Hanura 3,66 persen.

Hal yang sama juga dilaporkan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dengan persentase PD 20,53 persen disusul PDIP dengan 14,74 persen, Golkar 14,72 persen. Urutan selanjutnya PKS dengan 8,02 persen, PAN 6,12 persen, PPP 5,30, PKB 5,24, Gerindra 4,11 persen dan Hanura 3,42 persen.

Lembaga Survei Nasional (LSN) juga mencatat PD di urutan pertama dengan 24,15 persen disusul Golkar 12,76 persen, PDIP 11,15 persen, PKS 10,05 persen dan Gerindra dengan 6,33 persen, PPP 5,04 persen, PAN 4,68 persen, PKB 3,59 persen dan Hanura 3,27 persen.

Lembaga survei Cirus juga menempatkan Partai Demokrat sebagai pemenang sementara hitung cepat ini. PD mendapatkan 13,31 persen disusul PDIP dengan 8,95 persen, Golkar 8,94 persen, PKS 4,61 persen dan PAN 3,59 persen. Selanjutnya adalah PKB 3,48, PPP 3,17 dan Hanura 2,55 persen.

Sementara hasil hitung cepat dari LP3ES juga menempatkan PD menempati urutan pertama dengan 19,2 persen disusul PDIP dengan 15,2 persen, Golkar 15,1 persen disusul PKS 7,6 persen, PKB 5,7 persen dan PAN 5,6 persen. PPP menempati urutan ke 7 dengan 4,8 persen, Gerindra 4,7 dan Hanura 3,7 persen.

Sumber berita: Detik News.com

Labels: , ,

Saturday, March 18, 2006

1000 orang pejiarah mati terinjak-injak di Irak Utara

Rabu, 31 Agustus 2005, BBC News memberitakan bahwa sekitar 1000 orang Pejiarah muslim Syiah yang sedang berjalan menuju ke arah tempat keramat di Iraq Utara mati terinjak-injak, karena mereka panik ketika beredar isu bahwa ada pelaku bom bunuh diri di tengah-tengah pejiarah. Pelaku bom bunuh diri sendiri terbukti tidak ada. Tetapi jemaah yang panik dan ingin menyelamatkan diri, akhirnya terjatuh dan terinjak-injak. Yang menjadi korban terutama adalah perempuan, anak-anak, dan orang yang berusia lanjut.

Berita selengkapnya dapat dibaca dengan meng-klik link berita USA Today

Nearly 1,000 Shiites killed in stampede over bomb rumors

atau BBC di bawah ini:

Iraq stampede deaths near 1,000

Saturday, October 01, 2005

Subsidi BBM hanya memperkaya Penyelundup!

Selama ini pemerintah men-subsidi harga Bahan Bakar Minyak. Bensin premium yang semestinya berharga Rp. 4.500 per liter, dijual hanya seharga Rp. 2.400 per liter. Minyak untuk rumah tangga yang semestinya berharga Rp. 2000 per liter, dijual hanya seharga Rp. 700 per liter, sedangkan harga minyak tanah untuk industri adalah Rp. 2.200 per liter. Solar yang semestinya berharga Rp. 4.300 per liter, dijual hanya seharga Rp. 2.100 per liter untuk non-industri, sedangkan untuk industri harga solar selama ini adalah Rp. 4.200 per liter. Akibatnya penyelundupan dan perdagangan gelap jadi marak. Minyak tanah yang dibeli dengan harga rumah tangga, Rp. 700 per liter, dijual kembali untuk industri dengan keuntungan berlipat. Solar yang dibeli dengan harga non-industri, dijual kembali kepada industri dengan keuntungan berlipat. Dan karena harga BBM di Indonesia sangat jauh di bawah harga pasar, dan karena itu sangat murah dibandingkan dengan harga BBM di Singapura, Malaysia, Filipina, dan negara tetangga lainnya, maka penyelundupan menjadi marak. Jadi kebijakan subsidi BBM yang sebenarnya dimaksudkan untuk membantu rakyat, ternyata hanya membuka peluang bagi penyelundup, dan orang-orang jahat lainnya untuk memperkaya diri. Cadangan dana subsidi BBM pemerintah habis dikuras oleh penyelundup dan pedagang gelap ini.

Dengan menghapus subsidi harga BBM, maka dana yang tadinya dikuras oleh penyelundup dan pedagang gelap, menjadi tetap berada di tangan pemerintah. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah mengelola dana yang dihemat ini bagi kesejahteraan rakyat banyak, misalnya untuk pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas dan RS Pemerintah, angkutan umum gratis, dsb. Semoga.

Saturday, May 14, 2005

Gempa kembali guncang Sumatera, Indonesia

Gempa berkekuatan 6,9 pada skala Richter kembali mengguncang pulau Sumatera pada hari Sabtu, 14 Mei 2005. Pusat gempa diperkirakan berada di bawah laut sekitar 47km sebelah Barat Daya kota Padang.
Jumlah korban belum diketahui.

Wednesday, January 19, 2005

Indonesia Raises Tsunami Death Toll to 166,320

Indonesia Raises Tsunami Death Toll to 166,320 (33 minutes ago)
as reported by http://news.yahoo.com

A Health Ministry statement said the new figure was based on the
latest reports from the provinces of Aceh and North Sumatra, which
were directly in the path of the killer tsunami spawned by a
magnitude 9 earthquake the day after Christmas.
The new Indonesian figure put the global death toll from the tsunami
disaster at 226,566, although this number continues to rise as more
deaths are reported around the region.
Doti Indrasanto, a director in the ministry's health affairs
department, said the sharp increase came after tens of thousands of
people previously listed as missing were confirmed dead by officials
on the ground.
The Health Ministry had previously given a figure of 95,000 dead,
while the Ministry of Social Affairs had put the death toll at about
115,000 and said Tuesday it would stop giving new updates.
Officials concede that, given the extent of the disaster, exact
numbers for Indonesia's death toll are likely to remain unclear and
perhaps may never be known.
Indrasanto said that Health Ministry statistics had previously
listed 77,000 people as missing. Now the ministry says only 6,245
people are missing.
"We have cross-checked this information and it is correct,"
Indrasanto told Reuters.
The Health Ministry also said there were about 617,000 refugees in
the country because of the tsunami, an increase of about 12,000 on
its previous figure.

Saturday, January 15, 2005

Berkah tsunami atau Memanfaatkan kesempitan korban tsunami untuk menanggok uang?

Situs warta digital detik.com dalam edisi 14 Januari memuat berita yang diberi judul "Berkah Tsunami". Intinya masyarakat Aceh yang tidak menjadi korban tsunami saat ini berlomba-lomba menangguk uang sebanyak-banyaknya dengan melipat-gandakan harga. Rumah yang biasa dikontrakkan seharga Rp. 10 juta setahun sekarang menjadi Rp. 45 juta sebulan. Harga sewa mobil yang biasanya hanya Rp. 350.000 per hari, sekarang jadi Rp. 800.000 sampai Rp. 2 juta per hari. Sepeda motor yang biasanya disewakan Rp. 50.000 per hari sekarang bisa jadi Rp.200.000 per hari. Harga makanan-pun sekarang jadi berlipat-lipat. Konon kenaikan harga ini diberlakukan bukan saja bagi Relawan Asing, Relawan Dalam Negeri, tapi juga terhadap mereka yang jadi korban tsunami. Pertanyaannya adalah:

Apakah hanya orang asing saja dan orang-orang dari luar Aceh saja yang perlu berkorban untuk membantu meringankan penderitaan orang Aceh yang menjadi korban tsunami? Ataukah orang Aceh sendiri semestinya juga punya hati dan beban untuk turut mengambil bagian dalam meringankan penderitaan korban tsunami?

Apakah tulisan di detik.com ini tidak lebih tepat diberi judul "Memanfaatkan penderitaan korban tsunami untuk menanggok uang sebanyak-banyaknya"?

Baca selengkapnya dengan meng-klik link di bawah ini:

Berkah Tsunami.

85 persen korban tsunami Aceh terganggu jiwanya

Silakan klik disini untuk baca selengkapnya:

85 persen korban tsunami Aceh terganggu jiwanya

Mari kita ingat saudara kita di Aceh yang amat menderita ini dalam doa-doa kita.

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23)